Bumi Ramik Ragom Waykanan, hari ini mendapat kunjungan dari Tim Locus Smart Village Dalam Rangka Focus Group Discussion (FDG) dan Pemetaan Potensi Desa Tahun 2020 di Ruang Rapat Utama Pemkab Waykanan, Selasa (10/11).

Dalam Diskusi yang dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, dan juga juga Sekda Kabupaten Waykanan, Staf Ahli, Asisten, Inspektur, Sekretaris Dewan, Kepala Badan, Dinas, Bagian dilingkungan Pemerintah Kabupaten Waykanan, Koordinator Tenaga Ahli P3MD, Camat dan Kepala Kampung Lokus Smart Village Kabupaten Waykanan tersebut, Pjs. Bupati Waykanan Ir. Mulyadi Irsan, M.T memberikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Diskusi Smart Village dalam rangka FGD dan Pemetaan Potensi Desa Tahun 2020, yang bertujuan untuk mensinkronisasikan Program Pemerintah Provinsi Lampung dengan Program-program Kabupaten Waykanan.

“Program Smart Village yang merupakan salah satu prioritas Program Desa Berjaya yang merupakan salah satu Agenda Kerja Utama Bapak Gubernur Lampung Tahun 2019-2024,” kata Mulyadi.

Bahwa selama ini banyaknya dana yang digelontorkan oleh pemerintah pusat untuk Desa, bahkan ribuan Bumdes dan Badan Usaha Milik Desa dan semua itu masih jauh dari harapan dan hanya sebagian kecil saja desa yang berhasil dan sukses memanfaatkan dana tersebut.

“Selama ini ratusan triliun dana yang telah digelontorkan oleh Pemerintah pusat dan daerah ke desa-desa. Ribuan BUMdes dan Badan Usaha Milik Desa telah dilahirkan dengan tujuan agar ekonomi desa tumbuh dan berkembang, sehingga mampu keluar dari kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan. Namun harapan itu belum bisa terpenuhi, hanya sebagian kecil saja desa yang sukses memanfaatkan dana itu untuk suatu kemajuan, padahal Desa memiliki sumber daya alam, manusia, dan capital. Kementerian Desa, Kementerian Teknis, dan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota setiap tahun secara terus menerus menggelontorkan dana pembangunan desa untuk infrastruktur, pemberdayaan masyarakat sampai dengan peningkatan kapasitas aparat desa,” tutur Mulyadi.

Masih Kata Mulyadi bahwa hal tersebut tidak maksimal disebabkan oleh lemahnya pengelolaan perangkat Sumber Daya Manusia itu sendiri.

“Hampir semua tau bahwa tidak maksimalnya pemanfaatan dana-dana itu lebih disebabkan oleh lemahnya SDM pengelola maupun perangkatnya. Ditambah lagi dengan kesiapan masyarakat penerima, ikut melengkapi kelemahan itu. Selain itu, disinyalir pemerintah diatasnya, dinilai kurang mempersiapkan desain dan skenario mengawal pemanfaatan dana itu secara terintegrasi dan holistik,” tuturnya.

“Melalui program yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur Lampung Program Desa Berjaya sebagai upaya pendampingan bagi desa-desa di Provinsi Lampung menjadi Desa Berjaya (aman, berbudaya, maju, berdaya saing, sejahtera) sebagai upaya memajukan desa-desa,” tambah Mulyadi seraya dirinya memaparkan Program Prioritas Desa Berjaya antara lain Pengentasan Desa Tertinggal (Grow Village), untuk desa-desa dengan kategori tertinggal dan sangat tertinggal. Smart Village untuk desa-desa dengan kategori mandiri dan maju.

Yang Kedua, Pengembangan Kawasan Pedesaan dan Kawasan Transmigrasi yang merupakan prioritas Nasional.

Lebih Jauh diakhir Ir. Mulyadi Irsan memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang sudah memilih dan menetapkan beberapa Kampung yang ada di Kabupaten Waykanan menjadi salah satu lokus Smart Village yang merupakan salah satu Prioritas Program Desa Berjaya Provinsi Lampung. sumber : medialampung.co.id